Di zaman sekarang, cara orang mencari informasi sebelum membeli produk mulai berubah karena adanya Artificial Intelligence (AI). Banyak orang kini tidak hanya mengandalkan Google atau media sosial, tetapi juga menggunakan AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity untuk membantu mencari rekomendasi produk. Berdasarkan data pada laporan tersebut, sekitar 74,6% konsumen Indonesia sudah menggunakan AI dalam proses mencari informasi sebelum membeli.
AI dianggap lebih praktis karena mampu memberikan jawaban secara cepat dan langsung sesuai kebutuhan pengguna. Tidak hanya anak muda, kalangan usia dewasa hingga para pekerja dengan jabatan tinggi juga mulai aktif menggunakan AI. Mereka merasa AI membantu mempermudah proses memahami informasi yang rumit tanpa harus membuka banyak website atau membaca terlalu banyak ulasan. Selain itu, penggunaan AI juga membuat konsumen lebih percaya diri dalam menentukan pilihan produk.
Perubahan kebiasaan ini membuat banyak perusahaan mulai menyesuaikan strategi pemasarannya. Jika sebelumnya bisnis hanya fokus agar produknya muncul di Google melalui SEO, sekarang perusahaan mulai menerapkan strategi AIO (AI Optimization), yaitu upaya agar produk mereka direkomendasikan langsung oleh AI. Apalagi produk seperti elektronik, fashion, dan skincare menjadi kategori yang paling sering dicari melalui AI karena konsumen ingin mendapatkan informasi yang cepat, ringkas, dan terpercaya.
Karena itu, penting bagi masyarakat dan pelaku bisnis untuk mulai memahami perkembangan AI di era digital saat ini. Konsumen bisa memanfaatkan AI untuk membantu mencari informasi dengan lebih efisien, sedangkan perusahaan perlu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen agar tetap mampu bersaing dan mengikuti perkembangan teknologi yang semakin cepat.
